Materi : Alternative Assesment atau Penilaian Alternatif


Penilaian Alternatif  atau Alternative Assesment - Materi ini masih tetap sambungan dari Instrument Penilaian hasil belajar sebelumnya. Jika ingan melihat materi Instrument Test Assesment atau Instrument penilaian hasil belajarKlik di sini.  Adapun materinya secara detail adalah sebagai berikut. 



          Sejak pertengahan tahun 1980an, para ahli pendidikan banyak berbicara mengenai berbagai kelemahan tes baku yang peranannya semakin dominant dalam system persekolahan. Tes baku yang didasarkan pada prinsip validitas, reliabilitas, keadilan, kemanfaatan dan akurasi suatu pengukuran hasil belajar, semakin luas dipersoalkan karena dianggap sebagai bagian yang “terisolir” dari proses pembelajaran secara keseluruhan. Pada tahun 1988 terbit tulisan Grant P.Wiggins dalam Jurnal Phi Delta Kappa yang membahas tentang authentic assessment. Sejak itu para ahli dan praktisi pendidikan mulai ramai membicarakan tentang altyernatif baru dalam pengukuran hasil belajar. Yang dimaksud alternative adalah alternative dari tes baku (standardized testing.)  

           Secara sederhana asesmen alternative diartikan sebagai pemanfaatan pendekatan non-tradisional untuk memberi penilaian kinerja atau hasil belajar siswa. Istilah non-tradisional yang digunakan dalam konteks pengertian di atas terutama adalah  tes kertas pensil (pencil & paper test) atau lebih khusus lagi adalah tes baku yang menggunakamnm perangkat tes objektif. Adakalanya istilah asesmen alternative diidentikkan dengan istilah lain seperti asesmen otentik atau asesmen kinerja. Disebut sebagai authentic assessment, karena  asesmen alternatif sengaja dirancang untuk menjamin keaslian dan kejujuran penilaian serta hasilnya terpercaya. Disebut asesmen kinerja (performance assessment), karena siswa diminta menunjukkan penguasaannya tentang bidang ilmu tertentu, menjelaskan dengan kata2 & caranya sendiri tentang peristiwa tertentu, atau diminta memecahkan masalah matematika dengan cara dan hasil yang benar. Home page the Building Tool Room menjelaskan asesmen alternative sebagai: “To describe alternatives to traditional, standardized, norm or criterion-referenced traditional paper and pencil testing. An alternative assessment might require students to answer open-ended question, work out a solution to a problem, perform a demonstration of a skill, or in some way produce work rather than select an answer from choices on a sheet of paper”


                 Karakteristik utama asesmen alternatif tidak hanya mengukur hasil belajar siswa, tapi secara lengkap memberi informasi yang lebih jelas tentang proses pembelajaran.  Asesmen kinerja (performance assessment) didefinisikan sebagai berikut: Clearly defined task and a list of explicit criteria for assessing student performance or product (Jo Anne W). lebih lanjut dinyatakan bahwa asesmen kinerja diwujudkan berdasarkan empat asumsi pokok, yaitu:

  • Didasarkan pada partisipasi aktif siswa.
  • Tugas2 yang diberikan/ dikerjakan oleh siswa merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keseluruhan proses pembelajaran.
  • Asesmen tidak hanya untuk mengetahui posisi siswa dalam proses pembelajaran, juga untuk memperbaiki proses pembelajaran.
  • Dengan mengetahui lebih dulu kriteria yang digunakan, siswa akan terbuka & aktif berupaya untuk mencapai tujuan pembelajaran. 

Tugas-tugas assesmen alternative/ kinerja dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, antara lain:

a .Computer adaptive testing, menuntut peserta tes mengekspresikan dirinya   
   hingga dapat menunjukkan tingkat kemampuan yang nyata. 
b Tes pilihan ganda diperluas, tes tidak sekedar memilih jawaban yang benar, tapi   
   menuntut siswa berpikir tentang alasan memilih jawaban tsb.
c.Extended-reponse/ open-ended question, tidak hanya menuntut adanya satu   
   jawaban benar yang terpola.
d.Group performance assesment, tugas2 yang dikerjakan siswa secara 
   berkelompok.

Individual performance assessment, tugas2 individual yang harus diselesaikan secara mandiri.
Interview, siswa harus menjawab pertanyaan2 lisan dari asesor
     g. Nontraditional test items, butir soal merupakan seperangkat respon yang 
          mengharuskan siswa memilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan.
      h.Observasi, meminta siswa melakukan tugas & selama itu ia diobservasi secara 
          terbuka maupun tertutup, dapat pula dalam bentuk observasi partisipatif 
      i.Portfolio, kumpulan hasil karya siswa yang disusun berdasarkan urutan waktu 
        maupun urutan kategori kegiatan
     j.Project, exhibition, demonstration: penyelesaian tugas2 yang kompleks dalam 
        suatu jangka waktu tertentu yang dapat memperlihatkan penguasaan kemampuan 
        pada tingkat tertentu.
    k.Short-answer, open-ended, menuntut jawaban singkat dari siswa, tetapi bukan 
        memilih jawaban dari sederet kemungkinan jawaban yang  tersedia.


  Langkah-langkah yang dilakukan dalam penyusunan tugas-tugas cukup sederhana, namun untuk menyusun tugas yang baik cukup kompleks dan membutuhkan kemampuan dan ketrampilan yang memadai. Adapun langkah-langkah penyusunan asesmen alternative sebagai berikut:

 1.Mengidentifikasi pengetahuan dan ketrampilan yang diharapkan dapat dimiliki 
     siswa setelah mengerjakan/ menyelesaikan tugas. Identifikasi jenis pengetahuan dan ketrampilan meliputi: a)jenis pengetahuan dan ketrampilan yang diharapkan dapat dilatih dan dicapai oleh siswa, (b) pengetahuan dan ketrampilan bernilai tinggi untuk dipelajari, (c) penerapan pengetahuan dan ketrampilan tersebut terdapat dalam kehidupan nyata di masyarakat.

2. Merancang tugas2 yang memungkinkan siswa dapat menunjukkan kemampuan berpikir & ketrampilan. Tugas2 tsb harus dapat diselesaikan, menantang & memotivasi siswa untuk belajar. Setiap tugas harus memiliki kedalaman & keluasan serta sepadan dengan tingkat perkembangan siswa.


3. Menetapkan kriteria keberhasilan yang akan dijadikan tolok ukur untuk menyatakan bahwa seorang siswa telah mencapai tingkat mastery pengetahuan atau ketrampilan yang diharapkan. Kriteria hendaknya cukup rinci sehingga aspek kinerja yang diharapkan dicapai oleh siswa mempunyai kreitria tersendiri. Misalnya berkenaan dengan kinerja menulis, maka kriteria yang dibuat harus dapat mengukur seluruh aspek teknik menulis seperti aspek isi, aspek pengorganisasian penyajian, aspek kebahasaan dll. Kriteria/ standar diperlukan agar objektifitas penilaian dapat dicapai.

Demikian Materi Singkat tentang Alternative Assesment atau Penilaian Alternatif. Semoga bermanfaat. Wassalam..!!

0 Response to "Materi : Alternative Assesment atau Penilaian Alternatif"

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan komentar anda, jika ada kesalahan pada artikel yang saya posting, atau ada link mati, gambar hilang, dan jika ada saran untuk kemajuan blog ini, silahkan tulis komentar dibawah ini.... Komentar kalian sangat berarti bagi saya...

Format untuk komentar:
1. Pilih profil sebagai Name/URL
2. Isikan nama anda
3. Isikan URL (Blog/Website/Facebook/Twitter/Email/Kosongin)
4. Isikan komentar
5. Poskan komentar