MATERI PENGANTAR FILSAFAT ILMU


Materi pengantar Filsafat Ilmu | Sahabat Mahasiswa, Mata kuliah filsafat Ilmu kita akan dapatkan disaat di bangku kuliah. Banyak diantara Mahasiswa juga mencari materi Filsafat ilmu. Maka, arsip kuliah yang bisa dishare kali ini tentang materi pengantar Filsafat Ilmu. Karena sebagai mahasiswa yang sukanya bertanya, Apa itu Filsafat? Apa latar belakang adanya Filsafat? apa manfaat kita belajar filsafat? Insya Allah pertanyaan itu akan dijawab dalam ulasan singkat materi pengantar filsafat berikut. 

kecerdasan  intelektual

Manusia merupakan makhluk Tuhan yang diberi keistimewaan, yakni dengan dianugerahkannya akal oleh Tuhan, dan oleh karena itu aktifitas berfikir (belajar) merupakan tugas utama bagi manusia. Dalam berfikir, setidaknya ada dua pengaruh yang timbul dari jiwa manusia yakni, biophilia (pengaruh positif) dan necrophilia (pengaruh negatif) oleh karena itu dalam berusaha mencapai pemikiran yang objektif maka diatur-lah beberapa kriteria dan syarat-syarat dalam berfikir falsafi.


Manusia―dengan akalnya―dikatakan makhluk Homo Guriosus[1] (yang selalu ingin tahu) yang kemudian menjadikan aktifitas berfikir sebuah kebutuhan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan. Hal itu dikarenakan ketika menusia dihadapkan dengan realitas yang tidak sejalan dengan alam fakir mereka yang kemudian menimbulkan keheranan, kesangsian, dan kesadaran akan keterbatasan.

B. Definisi filsafat

Sebenarnya dalam fitrahnya semua manusia telah berfilsafat yakni berfikir dalam mencari kebenaran, bahkan sebelum peradaban Yunani (sekitar abad 8 SM) itu lahir, misalnya pada tahun 1500 SM Ibrahim berfilsafat dalam menemukan Tuhannya, namun istilah filsafat mulai diperkenalkan oleh filusuf (pecinta kebijaksanaan) yang bernama Pythagoras (582-496 SM). Para ulama’ berbeda pemikiran dalam memberikan definisi terminologis filsafat yang berasal dari bahasa Yunani phillein yang berarti cinta dan sophia yang berarti kebenaran―arti etimologi ini mempunyai latar belakang yang muncul dari pendirian Socrates 469-399 SM[2]―, hal itu dikarenakan perbedaan pengetahuan, pengalaman, bahkan keyakinan dari para pemikir, namun di sini penulis memberikan definisi, bahwa filsafat adalah aktivitas berfikir dengan karakter berfikir tertentu tentang segala yang ada atau mungkin ada, baik yang terlihat (empiric) atau tidak terlihat (non-empiric) dengan tujuan mencintai dan mencari kebenaran.

C. Objek filsafat
Berdasarkan definisi di atas kemudian muncullah objek filsafat yakni objek materia dan forma (sudut pandang)
1. Objek material
Objek material adalah suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan itu dalam artian objek ini merupakan hal yang diselidiki baik yang konkrit maupun yang abstrak contoh handphone
2. Objek formal
Adalah sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan, yaknidari sudut pandang mana objek material diselidiki contoh dari penyelidikan material handphone yang disorot dari sudut pandang manfa’at, pulsa, kartu, isi dan lain sebagainya.

D. Karakteristik Berfikir Filsafat

Sebagai usaha dalam mencapai kebenaran, filsafat menawarkan beberapa criteria berfikir, yakni: pertama, sistematis yang merupakan sebuah pemikiran yang saling berkaitan satu dengan yang lain secara teratur dalam suatu keseluruhan, kedua, konsepsional yaitu pemikiran yang berbentuk idea tau gambaran yang melekat pada akal fikiran, ketiga, koheren yakni setiap unsure-unsurnya tidak bertentangan keempat rasional yang merupakan bagian inti dari pemikiran, karena bagaimanapun suatu pemikiran tidak aka nada nilainya tanpa adanya ke-logis-an, kelima sinoptik yang dalam hal ini pemikiran filsafat melihat hal-hal secara menyeluruh dan yang terakhir kelima pemikiran filsafat mengarah kepada pandangan dunia yakni pemikiran filsafat bertujuan untuk memahami realitas kehidupan dengan jalan menyusun suatu pandangan dunia[3] yang kemudian dengan berfikir yang semacam ini manusia akan mendobrak tradisi-tradisi mitos kemudian membebaskan alam fakir mereka dari ketidak-rasioanalan dan membimbing[4] untuk berfikir rasional.

E. Metode Mempelajari Filsafat

Metode dalam mempelajari filsafat ada dua, historis yakni mempelajari sejarah para tokoh filusuf seperti tentang Aristoteles dengan realisme-nya, Ibnu Rusyd dengan teori emanasi-nya, Soren Kierkegaard dengan eksistensialisme-nya dan lain-lain, Sistematis yakni mempelajari dan memahami subtansi pemikiran seperti, idealismenya Socrates, rasionalismetheologies-nya Washil ibn atho’, pragmatismenya William James, dan lain-lain, methode-methode ini muncul dari anggapan bahwa setiap pemikiran atau ide dan perjalanan hidup atau lingkungan pemikirnya saling mempengaruhi

F. Kegunaan Filsafat
Dalam realitas kita khususnya para agamawan, banyak menganggap, bahwa belajar filsafat atau berfilsafat omong-kosong belaka, bahkan tidak jarang yang menganggap hal itu sebagai pencenaran bagi agama atau sesat, mereka beranggapan, bahwa Islam (al-qur’an dam al-hadits) tidak memerlukan filsafat (berfikir) namun diamalkan, padahal bagi para ilmuan, bahkan ulama’-ulama’ terdahulu seperti Imam Al-Ghazali, Al-farabi, mendapat gelar filusuf karena ketekunannya dalam berfilsafat dan mereka berargumen, bahwa karena sulitnya memahami firman Tuhan dan sabda Nabi, maka aktifitas berfikir sangat diperlukan agar pengamalannya tidak terpat kesalahan pemahaman, namun terlepas dari itu bagi kita belajar filasafat mempunyai manfa’at sebagai berikut:

a. Dengan belajar filsafat diharapkan akan menambah ilmu pengetahuan sehingga menambah cakrawala pemikiran dan cara berfikir luas.
b. Bisa menumculkan ide-ide fundamental, sehingga manusia bisa berkarakter.
c. Dengan datangnya IPTEK kita semakin ditantang dengan memberi alternatifnya.

G. Bonus Pulsa
Syarat definisi:
1. sebuah definisi harus menyatakan cirri-ciri hakiki dari yang didefinisikan
2. sebuah definisi harus mempunyai kesetaraan arti dengan yang didefinisikan
3. sebuah definisi harus menghindarkan pernyataan yang memuat term yang didefinisikan
4. sebuah definisi sedapat mungkin harus memuat pernyataan yang positif
5. sebuah definisi harus dinyatakan secara singkat dan jelas terlepas dari rumusan yang kabur atau bahasa kiasan

Filsafat dalam bahasa arab disebut muhibbul hikmah (pecinta kearifan) adalah aktifitas berfikir yang pegangan bagi kita dalam melangkah dalam kehidupan, dalam al-qur’an-pun banyak disebutkan, bahwa dengan berfikir manusia mampu memahami dan menyadari akan tanda-tanda kekuasaan Tuhan (ar-rum: 21), maka bagi kita warga pergerakan mahasiswa islam Indonesia apakah menjauh dari filasafat, atau bahkan menyesatkan orang yang belajar filsafat, sedangkan Tuhan menganjurkan itu?
Mudah-mudahan kita sadar akan keterbatasan kita dalam berfikir. Amin
Semoga Bermanfa’at
Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamith Thariq

Itu sja yang bisa dishare tentang Materi pengantar Filsafat Ilmu. Semoga bermanfaat. Wassalam..!!


[1] Fatih Gausang, Bengkel Ilmu Filsafat;Pengentar Filsafat, hlm. 6
[2] Suparlan Suhartono, Filsafat Pendidikan, hal.37
[3] Asmoro Achmadi, Filsafat Umum, hal. 6-7
[4] Drs. Surajiyo, Filsafat Ilmu, hal. 17
Share On:
Comments
0 Comments

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan komentar anda, jika ada kesalahan pada artikel yang saya posting, atau ada link mati, gambar hilang, dan jika ada saran untuk kemajuan blog ini, silahkan tulis komentar dibawah ini.... Komentar kalian sangat berarti bagi saya...

Format untuk komentar:
1. Pilih profil sebagai Name/URL
2. Isikan nama anda
3. Isikan URL (Blog/Website/Facebook/Twitter/Email/Kosongin)
4. Isikan komentar
5. Poskan komentar