Merancang Masa Depan di Kampus Impian

http://gorontalo-education.blogspot.com/2013/05/merancang-masa-depan-di-kampus.html
Merancang Masa Depan di Kampus Impian-

Pernahkah anda berjalan tanpa arah? Anda berjalan sambil memikirkan kemana lagi harus melangkah tak tahu arah dan tujuan, dalam perjalan itu anda mulai  merasa letih sampai akhinya berhenti begitu saja.  

 Di saat itu pula orang-orang akan bertanya, anda mau kemana? Anda duduk dan hanya bisa mengelengkan kepala tak tahu mau kemana. Begitulah  gambaran sederhana orang-orang yang tidak memili tujuan dalam hidupnya. Mereka gagal merancang  masa depan sampai kegagalan pun sangat dekat dengan kehidupan mereka.
“Orang-orang yang gagal merencanakan masa depan adalah orang –orang yang telah merancang kegegalannya” ( Anonim )

Jika anda termasuk orang-orang dari golongan di atas, maka saatnya anda membuka mata dan bangkit untuk merancang apa yang sudah anda impikan. Rangkailah mimpi itu seindah mungkin dalam secarik kertas dan tempelkan di tempat yang bisa anda tatap setiap saat. Kertas mimpi itu akan selalu mengingatkan anda disaat anda dalam kondisi malas kuliah, malas belajar , malas mengerjakan tugas dan lain sebagainya. Lembaran kertas mimpi tadi juga akan menjadi energi anda dalam melakukan apa pun dalam meraih mimpi anda nantinya.

Satu kisah dari seorang mahasiswa bahasa Inggris di salah satu  Universitas yang ada di  Gorontalo yang terpaksa berhenti kuliah karena gagal merancang masa depannya. Setiap Malamnya, dia menghabiskan waktunya di depan laptop dengan permaianan game online. Kehidupan dunia maya telah menghapus mimpinya saat pertama kali menginjakkan kaki di kampus impiannya. 

Awal Masuk kuliah, dia mengaku memiliki semangat yang cukup luar biasa. Sahabatnya banyak, nilai IPK baik, cerdas dan selalu bersahabat dengan buku –buku di perpustakaan. Selain itu, dia aktif di berbagai oraganisasi kampus. Ia terkenal sebagai mahasiswa yang cerdas yang mampu menyeleraskan kuliah dan organisasi.  

Rentetan kehidupannya pun berkisar antara kuliah, organisasi, perpus dan kost. Hari-harinya penuh dengan aktivitas yang cukup menempa dirinya. Dari kehidupannya lah banyak mahasiswa yang menjadikannya menjadi patron di kampusnya.

Aktivitas ini berlangsung cukup lama. Sayangnya, Ia terjebak dalam satu aktivitas organisasi dan dunia luar kampus yang melenakan. Kuliah pun mulai mengalami masalah. Beberapa mata kuliah harus error dan harus mengulang di tahun akan datang.  Hal itu pun ternyata berlanjut di semester barikutnya. Akhinrnya target kuliah mulai terbengkalai. Ia mulai sibuk dengan organisasi dan mencari uang di luar kampus. Selain itu, ia juga menghabiskan waktunya bermain games online sepanjang malam. Hingga ia pun lupa waktu, bahkan rela semalam suntuk bercengkrama dengan sahabat-sahabat online-nya hingga mentari bangun dari tidurnya.

Empat tahun telah  berjalan, teman-teman seangkatannya pun bersorak bahagia mengenakan pakaian wisuda. Sementara dirinya hanya bisa melihat dari kejauahan tawa bahagia dari sahabat-sahabatnya dulu itu.
Gejolak  penyesalan mengoyak hati. Betapa tidak, perjuangan tinggallah seorang diri. Sahabat-sahabat yang awalnya perge ke kampus sambil berangkulan, kini telah tiada. Coleteh sahabat yang dulunya menghiasi waktu luang sambil menunggu dosen masuk lenyaplah sudah. Kesendirian dalam perjuangan telah mematikan spirit yang dulunya berkobar. Rasanya Ia pun ingin cepat wisuda, namun kredit  kuliah masih banyak yang belum terselesaiakan.  Ditambah lagi dengan perasaan malu menghantui ketika harus duduk dengan adik tingkat yang dulunya dia ceramahi ketika masuk ke dunia kampus. 

Semester makin bertambah, Jumlah semester sudah  enam belas, tetapi belum juga wisuda. Dosen-dosen sudah memberikan motivasi untuk penyelesaian studi. Syang seribu sayang, semangatnya telah pudar bersama sahabat-sahabtnya yang telah tiada. Kondisi ini pada akhirnya membawa ia dalam kegagalan studi. Ia terjerumus dalam lembah kehidupan luar kampus. Andai dia mampu memutar waktu, tentu dia aka bisa menyelamatkan diri dalam kondisi itu.

Apakah anda adalah generasi yang akan melanjutkan kegagalan ini? Tentu anda pun tak ingin gagal dalam studi. Inti dari kisah ini adalah pentingnya merancang masa depan agar anda tidak mudah terlena dengan agenda lain yang hanya akan merusak mimpi anda.

Contoh lain dama merancang masa depan penulis ingin ilustrasikan dalam mimpi  menulis buku, tentu sebelum menulis anda merancang apa yang ingin anda tuliskan. Apa ide utama yang ingin anda tuliskan. Anda juga harus menentukan target pembaca entah pemuda, tua, anak-anak atau semua kalangan. Maka salah satu hal yang perlu anda perhatikan adalah setumpuk ide yang akan anda tawarkan dalam buku itu.  Apakah ide itu dalam bentuk motivasi , sekedar humor,  tulisan ilmiyah atau lainnya. Rancangan inilah yang akan mempu membawa alur tulisan anda dalam sebuah buku.

Apa fungsi utama dalam mendesain ide buku anda? Mengapa ada harus membuat alur pikir dalam buku anda? Bukankah menulis itu gambang saja, ambil laptop dan tuliskan saja ide yang datang! Mudah kan? 
Perlu anda pahami bahwa Semua rangcangan itu adalah jalan itu memperjelas agar pembaca mampu mengikuti alur pikir anda dan mampu memahami ide-ide yang anda tawarkan dalam sebuah buku,  dengan demikian buku anda pun akan menjadi santapan yang lezat bagi pembaca di luar sana. Dengan merancang buku anda seperti itu, penerbit pun tak akan ragu untuk menerbitkan buku yang anda tuliskan. 

Apakah mendesain ide buku anda itu sudah cukup? Ternyata mendesian ide buku belum cukup. Anda harus merealisakan ide itu dalam setumpuk tulisan yang nyata. Sehingga terciptalah sebuah tulisan yang bisa dinikmati dan siap untuk dimasukkan dalam rancangan buku anda. 

Pertanyaan selanjutnya, mengapa anda harus mendesain ide buku anda? Agar anda pendapatkan kepercayaan dari para penerbit dan pembaca.  Dengan kepercayaan merekalah buku anda akan dipertimbangkan terbit dan siap dipasarkan atau tidak.  Kegagalan dalam merancang buku anda adalah sebuah kerugian besar bagi anda. Anda telah menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan ide tapi semua hanya berakhir sia-sia. Sementara manfaat yang bisa anda peroleh dari mendesian buku anda adalah kepercayaan dari penerbit dan pembaca dan akhirnya buku anda pun akan diterbitkan dalam skala yang cukup besar.

Semua yang diceritakan tentang mahasiswa yang gagal merancang masa depan dan merancang ide buku adalah gambaran bagaimana anda mempersiapakn diri dalam menapaki jejak mimpi anda di hari esok.
Sebagai seorang mahasiswa mahasiswa hal ini cukup penting. Desain inilah yang akan menjadi mind maping kesuksesan. Jika suatu hari nanti dalam proses kuliah mengalami kendala dan masa –masa yang sulit, maka peta konsep kesuksesan lah yang akan mengarahkan anda menuju rel kesuksesan yang anda impikan.

Seberapa serius anda dalam meraih kesuksesan studi di kampus? Jika anda memang serius dengan kesuksesan anda di kampus, maka buktikan kepada Allah bahwa anda benar-benar serius dengan mimpi itu, sehingga tidak ada alasan bagi Allah untuk menolak permohonanmu.

Tulisan ini adalah tulisan tentang bagaimana mendesaian masa depan atau keskuksesan di kampus sehingga mahasiswa mampu merealisakan mimpi-mimpinya dalam bentuk yang nyata.  Kesuksesan yang dirancang pun hukan sekedar tumpukan mimpi dalam secarik kertas yang kusam dan lapuk dimakan waktu.  Dalam tulisan ini pula, anda akan dibawa pada strategi bagaimana anda sebagai mahasiswa mampu membangun potensi diri serta mengoptimalkan potensi dalam meraih kesuksesan kuliah.

Idrus Dama | English Department’10
Catatan Seorang Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo | 23 Mei 2013

0 Response to "Merancang Masa Depan di Kampus Impian"

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan komentar anda, jika ada kesalahan pada artikel yang saya posting, atau ada link mati, gambar hilang, dan jika ada saran untuk kemajuan blog ini, silahkan tulis komentar dibawah ini.... Komentar kalian sangat berarti bagi saya...

Format untuk komentar:
1. Pilih profil sebagai Name/URL
2. Isikan nama anda
3. Isikan URL (Blog/Website/Facebook/Twitter/Email/Kosongin)
4. Isikan komentar
5. Poskan komentar